Midjobs, Peluang atau Penipuan di Tengah Pandemi Covid-19?

Midjobs

Di tengah pandemi covid-19 yang merajalela muncul masalah baru yang mengakibatkan ribuan atau bahkan jutaan orang di seluruh dunia kehilangan mata pencahariannya. Hal ini terjadi karena beberapa negara memberlakukan kebijakan Lockdown sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19 ini, yang menyebabkan sektor ekonomi negara tersebut harus jatuh. Karena itu banyak orang yang mencari alternatif pekerjaan yang bisa mereka lakukan dari rumah salah satunya adalah Midjobs, platform yang menyediakan pekerjaan online. 

Ada berbagai platform yang bisa digunakan untuk menghasilkan uang. Namun, biasanya perlu waktu yang lama untuk bisa mendapatkan penghasilan tetap dari platform-platform itu dan orang-orang ingin mendapatkan penghasilan secepat mungkin untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bagaikan angin segar website ini tampil dengan segala kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan. Pengguna platform ini akan mendapatkan uang atau upah dari pekerjaan yang disediakan website ini berupa menonton video Youtube.

Cara yang ditawarkan platform ini sangatlah mudah, hanya dengan menonton video Youtube yang sudah disediakan pihaknya, tidak perlu menonton sampai akhir video cukup menonton dengan minimal durasi 20 detik maka kamu akan menerima sejumlah uang yang ditransfer ke saldo akun mu.

Midjobs juga membagi pekerjanya berdasarkan paket yang dipilih dengan beberapa tingkatan yaitu, trial worker, Basic Worker, pro worker, VIP worker, Elite Worker, dan Black-card Accaount. Semakin tinggi tingkatan akun semakin besar juga peluang mendapatkan penghasilan. Karena bayaran per-video berbeda-beda tergantung dengan tingkat akun-nya, selain itu jumlah video juga dibatasi, semakin tinggi tingkatan akun-nya semakin banyak juga limit video yang disediakan.

Saat pertama kali mendaftar dan masuk ke dashboard web tersebut kamu bisa menghitung estimasi penghasilan yang bisa kamu peroleh dari menonton video, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tergantung dengan paket atau jenis akun yang dipakai.

Kamu akan mendapatkan akun trial saat mendaftar untuk pertama kalinya di website tersebut. Setiap video akan dihargai $0,15 dan mendapat jatah 6 video per-harinya. Namun, akun trial ini hanya akan bertahan 10 hari setelah masa trial habis kamu diharuskan untuk mengupgrade akun minimal ke Basic worker. Lalu bagaimana cara untuk upgrade akun?

Untuk meningkatkan akun kamu perlu mengeluarkan biaya dengan besaran yang berbeda-beda tergantung dengan paket yang di pilih. Biaya paling murah yang harus kamu keluarkan adalah $46 atau hampir 700 ribu rupiah untuk bisa meningkatkan akun ke basic worker dengan estimasi penghasilan sekitar 800 ribu rupiah per-bulan dan masa aktif akun selama satu tahun.

Sangat menggiurkan memang, dengan satu kali modal kamu dapat menikmati keuntungan selama satu tahun dan job desk yang gampang. Tetapi, itulah yang membuat saya menjadi skeptis dengan platform "penghasil uang" tersebut. Saya curiga Midjobs hanyalah modus penipuan baru meskipun dalam situsnya mereka mengklaim sudah ada sejak tahun 2015. Setidaknya ada empat alasan yang membuat saya curiga dengan situs web ini.

4 Keanehan Website Midjobs

1. Job Desk yang Sangat Mudah

Menghasilkan puluhan juta rupiah hanya dengan menonton video youtube tentu bertentangan dengan frasa hasil tidak akan menghianati usaha. Sangat tidak masuk akal, usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Video yang ditampilkan-pun trailer film yang tidak memiliki value untuk diuangkan. Jika saja konten yang ditampilkan adalah iklan produk mungkin saya akan sedikit percaya. Karena bisa membuat saya berpikiran Midjobs adalah perusahaan advertising. Bagi orang yang mau berpikir hal ini juga seharusnya menjadi pertimbangan ketika hendak mengambil paket dengan sejumlah biaya. Tapi disisi lain juga menjadi daya tarik bagi segelintir orang yang hanya mau cara instan.

2. Sumber Dana Tidak Jelas

Dana yang didapatkan untuk membayar pekerja tidak jelas asal-usulnya. Satu-satunya cara untuk perusahaan ini mendapatkan uang adalah dengan menghimpun dana yang didapat dari biaya upgrade akun. Karena tidak mungkin dapat menghasilkan uang dengan menghimpun orang untuk menonton video trailer film yang tidak memiliki value. Jika benar, akan menjadi ironi, melakukan suatu pekerjaan dan dibayar dengan uang sendiri. Kalaupun ada yang berhasil balik modal dan mendapat keuntungan, uang yang digunakan untuk membayarnya berasal dari orang yang baru saja meningkatkan akunnya.

3. Klaim yang Mencurigakan

Di website mereka mengklaim sudah eksis sejak lima tahun lalu dan ini tentu menjadi daya tarik lain untuk mengundang banyak orang dan memperoleh kepercayaannya. Memang benar jika di cek melalui web whois domain midjobs.com terdaftar pada 24 Januari 2015.


Tapi ketika kamu coba cari video review-nya di Youtube, video-video tersebut belum lama diupload. Jika benar website ini memberi penghasilan sejak 2015, seharusnya sudah cukup banyak diketahui dan ada orang yang mengulas situs tersebut pada tahun yang sama.


4. Website Sudah Tidak Dapat Diakses Lagi


Saat artikel ini ditulis, 28 Mei 2020 website Midjobs sudah tidak dapat di akses. Penutupan akses website ini tanpa pemberitahuan sebelumnya, sebagai partner bisnis seharusnya mengirimkan pemberitahuan perihal informasi apapun yang mengenai bisnis ini apalagi ketika mendaftar kita diharuskan memasukkan email aktif yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan mitra-nya. 

Hal ini menambah kecurigaan bahwa situs ini hanyalah penipuan. Bagi member yang sudah mengeluarkan biaya untuk upgrade akun tentu cemas saat mengetahui website sudah tidak dapat diakses.

Akhir Kata

Mendapatkan penghasilan puluhan juta perbulan memang menggiurkan tapi satu hal yang perlu diingat adalah tidak ada kesuksesan yang diraih dengan instan, semua hal perlu kerja keras dan pengorbanan yang sepadan dengan hasil yang akan diperoleh. Keadaan saat ini memang memaksa kita untuk cepat dalam mengambil tindakan demi memenuhi kebutuhan hidup, tapi kita juga perlu berfikir rasional dalam mengambil segala tindakan.

Baca Juga:

Related Posts

Follow by Email